Pengertian Simbiosis: Mutualisme, Komensalisme, Parasitisme, Predasi, dan Kompetisi Beserta Contohnya
![]() |
Simbiosis adalah interaksi antara dua makhluk hidup dari spesies yang berbeda dalam satu ekosistem. Hubungan ini bisa berlangsung secara saling menguntungkan, menguntungkan salah satu pihak tanpa merugikan yang lain, atau bahkan merugikan salah satu pihak. Simbiosis memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Jenis-Jenis Simbiosis
Simbiosis Mutualisme yaitu hubungan simbiosis mutualisme terjadi ketika kedua makhluk yang terlibat saling memperoleh manfaat. Dengan adanya interaksi ini, masing-masing pihak dapat mendapatkan keuntungan yang mendukung kelangsungan hidup mereka.
Contoh:
- Kupu-kupu dan Bunga: Kupu-kupu mendapat nektar dari bunga sebagai sumber makanannya, sementara bunga mendapatkan bantuan dari kupu-kupu dalam proses penyerbukan.
- Ikan Badut dan Anemon Laut: Ikan badut memperoleh perlindungan dari tentakel beracun anemon laut, sementara anemon mendapat sisa-sisa makanan dari ikan badut.
Simbiosis Komensalisme yaitu hubungan antar makhluk hidup dimana salah satu makhluk hidup mendapatkan keuntungan, sedangkan yang lainnya tidak terpengaruh, tidak diuntungkan maupun dirugikan.
Contoh:
- Tumbuhan Paku di Pohon: Tumbuhan paku menempel pada pohon sebagai tempat hidup, namun pohon tersebut tidak dirugikan atau diuntungkan.
- Ikan Remora dan Hiu: Ikan remora menempel pada tubuh hiu untuk mendapat sisa makanan dan transportasi, sementara hiu tidak mendapatkan manfaat atau kerugian dari keberadaan ikan remora.
Simbiosis Parasitisme hubungan antar makhluk hidup dimana satu pihak memperoleh manfaat dengan cara merugikan pihak lain. Makhluk yang mengambil keuntungan disebut parasit, sementara makhluk yang dirugikan disebut inang.
Contoh:
- Benalu di Pohon Inang: Benalu menyerap nutrisi dan air dari pohon inang, yang mengakibatkan pohon kekurangan nutrisi.
- Cacing Pita dalam Tubuh Manusia: Cacing pita menyerap nutrisi dari tubuh manusia, yang dapat menyebabkan kekurangan gizi pada inangnya.
Selain hubungan simbiosis, ekosistem juga memperlihatkan bentuk interaksi lain antara makhluk hidup, yaitu predasi dan kompetisi. Kedua interaksi ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan alam serta menentukan jumlah dan jenis spesies dalam suatu habitat.
Predasi adalah interaksi di mana satu makhluk hidup, yang disebut predator, memburu dan memakan makhluk hidup lain, yang disebut mangsa. Hubungan ini sangat berperan dalam mengendalikan populasi serta mengurangi kemungkinan ledakan jumlah mangsa yang berlebihan. Predasi juga mendorong adanya adaptasi pada mangsa, seperti kemampuan berlari cepat atau kamuflase, untuk melindungi diri dari predator.
Contoh:
- Singa dan Zebra: Singa berburu zebra untuk makanannya, sementara zebra akan selalu mengembangkan strategi pelarian untuk menghindari serangan. Ini membantu menjaga keseimbangan populasi kedua spesies.
- Burung Elang dan Tikus: Elang yang memangsa tikus membantu mencegah populasi tikus berkembang terlalu pesat, yang mungkin dapat menimbulkan kerugian pada tanaman pertanian jika jumlahnya tidak terkendali.
Predasi tidak hanya menguntungkan predator tetapi juga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan dalam populasi mangsa dengan cara mengurangi individu yang sakit atau lemah.
Kompetisi terjadi ketika dua atau lebih makhluk hidup bersaing untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas, seperti makanan, tempat tinggal, atau sinar matahari. Kompetisi dapat terjadi di antara spesies yang sama (intraspesifik) atau antar spesies yang berbeda (interspesifik). Kompetisi berfungsi sebagai proses seleksi alam yang membuat individu paling adaptif dan kuat lebih mungkin bertahan.
Contoh:
- Kompetisi Antar Herbivora: Hewan seperti rusa, kelinci, dan kambing yang hidup di area padang rumput harus bersaing untuk mendapatkan tanaman sebagai sumber makanan, terutama di musim kering ketika rumput lebih sedikit.
- Kompetisi Antar Tumbuhan: Tumbuhan yang tumbuh dalam jarak berdekatan akan saling bersaing untuk mendapatkan air, nutrisi, dan cahaya matahari. Pohon yang tinggi dapat menghalangi cahaya bagi tanaman yang lebih pendek di bawahnya, memengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut.
Daftar Pustaka
Campbell, N. A., Reece, J. B., & Mitchell, L. G. (2002). Biologi. Jakarta: Erlangga.
Odum, E. P. (1993). Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Purwanto, S. (2012). Ekologi: Ekosistem dan Lingkungan Hidup. Bandung: CV Pustaka Setia.
Raven, P. H., & Johnson, G. B. (1999). Biologi: Ilmu Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Soemarwoto, O. (1991). Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.
Sutanto, Y. (2010). Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.
https://www.youtube.com/watch?v=BO4ZxYpBhz8
Posting Komentar untuk "Pengertian Simbiosis: Mutualisme, Komensalisme, Parasitisme, Predasi, dan Kompetisi Beserta Contohnya"